Rabu, 14 Maret 2012

sejarah desa tanjung sari

pada zaman dahulu telah terjadi peperangan antara kerajaan cirebon dan kerajaan ratu galuh yang berakhir tanpa ada penyelesaian perang bubar begitu saja. Selang beberapa bulan ada dua orang kakak adik yang bertempat tinggal di majapahit mereka adalah salun dan gahar yang mengaku nerasal dari daerah mataram. Pada suatu malam mereka bermaksud mencari tempat tinggal baru, lalu mereka pun berjalan ke selatan menyusuri arah sungai yang tedapat batu-batu besar, kurang lebih satu kilometer mereka berjalan tiba-tiba kaki mereka terasa pegal dan memutuskan untuk istirahat, karena merasa tempat itu layak untuk di huni maka mereka memetap di tempat itu.

keesokan harinya mereka bangun dengan kaki yang masih pegal dan linu, dan haripun semakin siang terdorong oleh rasa haus dan lapar mereka akhirnya berjalan untuk mencari makanan di sekitar tempat itu. Dua jam kemudian mereka kembali dengan membawa hasil yaitu mendapat segenggam kacang dan buah nangka, tapi mereka merasa heran terhadap kacang tanah dan nangka yang mereka bawa dari luar terlihat busuk tetapi di dalamnya masih segar dan yang mengherankan lagi kacang tanah dari luar terlihat berbiji empat tapi ketika di buka hanya ada dua begitupun nangka ketika di belah terdapat bagian-bagian yang saling berseling bagian buah yang satu berbiji tetapi yang sebelah tidak berbiji dalam istilah basa sunda itu di sebut heulet-heuletan.

dari kejadian itu mereka berdua memberi nama tempat itu dengan nama heuleut,tetapi pada tahun 1982 desa heulet yang sangat luas akhirnya di mekarkan atau di bagi menjadi dua desa yaitu sebelah barat desa tanjung sari dan sebelah timur desa heulet itu sendiri, nama desa tanjung sari itu sendiri di ambil dari nama sebuah bunga tanjung dan buah nagasari bunga tersebut terletak di sebuah pemandian yang masih di gunakan sampai sekarang maka desa sebelah barat desa heuleut itu di beri nama desa TANJUNG SARI.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar